Islam Web

Artikel

  1. Home
  2. Artikel
  3. KELUARGA DAN MASYARAKAT
  4. Anak-Anak

Metode Mendidik Anak (Bag. 6)

Metode Mendidik Anak (Bag. 6)

Cara-cara Keliru dalam Mendidik Anak

Ada banyak metode keliru yang harus dihindari oleh para ibu ketika mendidik anak-anak mereka. Di antaranya:

Diktator: Ibu atau ayah tidak boleh menghalangi keinginan alami anaknya, mencegahnya melakukan perilaku tertentu, atau mengharuskannya berpendapat seperti pendapat mereka dengan menggunakan berbagai ancaman, paksaan, pukulan, atau dengan tidak memberikan kebutuhannya, dan lain-lain.

Kekerasan: Banyak ibu yang menggunakan metode hukuman fisik atau segala cara yang dapat menyakiti badan sebagai metode asasi dalam proses mendidik anak. Dan kami telah menerangkan bagaimana bahaya kejiwaan yang dapat dialami oleh anak akibat penerapan metode seperti ini.

Pengabaian: Membiarkan anak tanpa arahan dan petunjuk, atau tanpa pengawasan terhadap tingkah lakunya secara langsung atau tidak langsung, akan meninggalkan efek yang tidak bisa dianggap sepele pada anak. Anak bisa saja menyeleweng karena pengabaian ini. Memperhatikan dan mengawasi anak dari dekat, memotivasinya untuk melakukan perilaku yang terpuji, serta menghukumnya atas perilaku yang tidak baik merupakan salah satu metode efektif dalam mendidik anak.

Memanjakan: Mengiyakan seluruh keinginan anak dan mengabulkan segala permintaannya, baik yang positif maupun yang negatif, akan menjadikan pribadi anak tidak mampu memikul tanggung jawab di masa depan. Ia akan membayangkan bahwa masyarakat pun akan melakukan apa yang dilakukan oleh orang tuanya kepadanya. Ia mengira bahwa masyarakat akan memenuhi segala keinginannya tanpa perlu mengerahkan usaha apa-apa. Tetapi ternyata kemudian ia dihadapkan kepada benturan ketika menemukan realita yang sebenarnya. Sehingga ia pun memilih untuk menyendiri dan menjadi manusia yang tempramental. Oleh karena itu, kami menasihati para ibu agar tidak berlebihan memanjakan anak-anak mereka.

Perlindungan Berlebihan: Sebagian ibu ada yang berlebihan dalam memberi perlindungan kepada anak-anak mereka hingga melampaui batas yang wajar. Mereka mengira bahwa apa yang mereka lakukan itu baik bagi anak, padahal kenyataannya adalah sebaliknya. Perlindungan berlebihan tidak jauh berbeda dengan kediktatoran. Para ibu yang biasa mendidik anak dengan memberikan perlindungan berlebihan sebenarnya sama saja dengan tidak memberikan kesempatan kepada anak dalam banyak hal. Seperti dalam memilih pakaian, memilih teman, dll. Mereka langsung terjun melakukan semua itu, sehingga menyebabkan anak kehilangan jati dirinya.

Ketidakjelasan: Yang dimaksud adalah ketidaktegasan ibu atau ayah dalam menggunakan metode penghargaan dan hukuman kepada anak. Sebagai contoh, seorang anak melakukan perilaku tertentu, lalu ia diberi penghargaan karenanya. Akan tetapi ia dikejutkan oleh kenyataan bahwa pada kesempatan lain ia justru dihukum oleh orang tuanya karena melakukan perbuatan yang sama. Hal ini tentu akan membuat anak kebingungan, dan standar nilai dalam dirinya pun menjadi campur aduk.

Pembedaan: Ketidakadilan dalam interaksi dengan semua anak, atau mengistimewakan seorang anak dari anak yang lain lantaran jenis kelaminnya, umurnya, atau sebab-sebab lain, termasuk metode pendidikan yang salah, di mana para ibu seringkali terjerumus ke dalamnya. Dalam banyak tuntunannya, Islam menyerukan kepada para orang tua untuk berlaku adil dengan semua anak mereka, bahkan sampai dalam masalah kecupan (ciuman). Ini tujuannya adalah supaya tidak berkobar perasaan cemburu antara satu anak dengan anak yang lain.

Membangkitkan Perasaan Bersalah: Maksudnya adalah menghukum anak secara psikologis dengan membuatnya merasa bersalah apabila melakukan perilaku negatif. Atau menghukumnya dengan cara menghinanya, meremehkannya, dan menjatuhkan mentalnya. Metode seperti ini sangat berbahaya bagi anak, karena akan membuatnya menderita berbagai penyakit kejiwaan yang tidak dapat disembuhkan kecuali melalui terapi psikologis.

[Sumber: Ensiklopedi Keluarga Muslim]

Artikel Terkait