Bagaimana saya bisa menjauhi perbuatan yang haram dengan penuh keyakinan, dan Allah memberi saya hidayah untuk itu? Karena saya sedang berhubungan dengan seseorang, dan saya ingin meninggalkannya, tapi saya tidak mampu. Tolong bimbing saya ke jalan kebaikan.
Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.
Jalan untuk menjauhi perbuatan yang haram adalah dengan meyakini bahwa yang haram itu adalah kenikmatan sesaat, sedangkan siksa yang menanti akan abadi, juga meyakini bahwa hal yang haram itu adalah kehinaan, kenistaan, dan aib yang memalukan di dunia dan Akhirat, kecuali jika Allah menganugerahkan tobat dan hidayah kepada pelakunya.
Seandainya Anda merasakan nikmatnya ketaatan dan kesucian diri, Anda pasti tahu bahwa dalam maksiat, Anda sesungguhnya berada dalam kesempitan, siksaan, dan kesusahan. Allah—Subhanahu wa Ta`ala—berfirman (yang artinya): “Apabila datang kepada kalian petunjuk dari-Ku, maka siapa yang mengikut petunjuk-Ku, niscaya ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” [QS. Thaha: 123-24].
Tapi orang yang dikuasai oleh nafsunya dan Syetan, akan menyangka bahwa perbuatan maksiat dan perbuatan keji itu adalah suatu kenikmatan, padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Sebelum ini, telah ada fatwa kami yang menerangkan cara untuk menjadi hamba-hamba yang taat (istiqamah), juga cara untuk teguh di atas jalan itu, sekaligus kelezatan dan kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang masuk ke dalamnya dan berpegang teguh dengannya.
Wallahu a`lam.
Cari FatwaAnda dapat mencari fatwa melalui banyak pilihan
Today's most read