Apakah bersuci, wudhu, mandi, dan shalat dua rakaat setelah berniat ihram merupakan suatu yang harus dikerjakan untuk sahnya ihram atau sahnya memulai manasik? Jika seorang muslim berniat untuk memulai manasik, lantas ia memakai pakaian ihram, dan ketika itu ia dalam keadaan junub, lalu ia masuk Makkah pada tanggal 8 Dzul Hijjah, apakah dalam keadaan yang demikian itu ihramnya sah?
Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.
Wudhu, mandi, bersuci, dan shalat dua rakaat tidak disyaratkan dalam ihram, baik ihram untuk haji maupun untuk umrah. Semua itu merupakan hal-hal yang disunnahkan saja bagi orang yang hendak berihram. Sebelum berihram seseorang disunnahkan untuk membersihkan badan, mandi, wudhu, dan shalat dua rakaat, lalu berniat ihram setelah shalat dua rakaat. Untuk sahnya ihram tidak disyaratkan suci dari hadats besar ataupun haidh. Apabila ada orang yang berihram dalam keadaan junub, maka ihramnya tetap sah. Namun apabila memungkinkan bagi seseorang untuk melakukan ihram setelah bersuci dan sebelum melewati miqat, maka dimakruhkan baginya berihram dalam keadaan junub, hal itu sebagaimana yang dinyatakan oleh sebagian ahli fiqih.
Bagi orang yang junub wajib hukumnya untuk bersuci dengan mandi sebelum melaksanakan shalat dan thawaf. Karena suci dari hadats besar dan kecil merupakan syarat sahnya shalat dan thawaf.
Wallahu a`lam.
Keutamaan Haji
Sebagai upaya saling menasihati, kami ingin mengingatkan beberapa permasalahan penting dalam topik kali ini. Dan...
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad—Shallall...
Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah—Shallallâhu...