Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.
Perjalanan Hijrah Rasulullah
penuh dengan pelajaran, nasihat, dan peringatan. Demikian pula dengan seluruh sirah beliau, bahkan seluruh hidup beliau.
Karena itu, setiap muslim harus mempelajarinya, sehingga menarik hatinya untuk mencintai Rasulullah
. Ini merupakan kewajiban setiap muslim. Keimanannya tidak akan sempurna sampai ia mencintai Rasulullah
lebih daripada cintanya kepada anaknya, orangtuanya, dan seluruh manusia, bahkan jiwanya sendiri. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas
, Rasulullah
bersabda, "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, orangtuanya, dan seluruh manusia." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Di dalam peristiwa Hijrah, Rasulullah
ditemani oleh Abu Bakar
, sebagaimana disinggung oleh saudara penanya. Turut pula bersama mereka Abdullah ibnu Uraiqîth Ad-Du'ali, seorang laki-laki musyrik, tetapi Rasulullah
menyewanya untuk menjadi penunjuk jalan, dan memang ia merupakan seorang penunjuk jalan yang mahir.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa `Âmir ibnu Fuhairah, pembantu Abu Bakar, juga ikut menyertai dan menjadi pelayan bagi mereka. Ia telah masuk Islam sebelum itu.
Setiap orang yang memperhatikan secara seksama peristiwa Hijrah Rasulullah
, dan bagaimana beliau mengupayakan segala langkah antisipasi yang diperlukan, akan mengetahui bahwa seorang muslim harus mengupayakan segala sebab-sebab keberhasilan, dan setelah itu, bertawakal kepada Allah—Subhanahu wata`ala, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah
. Beliau bersabda kepada Abu Bakar (yang saat itu khawatir Rasulullah tertangkap oleh Kaum Musyrikin): "Bagaimana menurutmu tentang dua orang yang ketiganya adalah Allah (sebagai pelindung dan penolong mereka)?" [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Padahal, Rasulullah mungkin saja untuk tidak mengupayakan sebab-sebab keselamatan apa pun, karena beliau sangat yakin bahwa Allah pasti akan menolong beliau. Tetapi beliau
adalah seorang peletak ajaran Syariat bagi umat beliau. Beliau ingin menerangkan kepada mereka bahwa segala sebab-sebab (sarana keberhasilan) haruslah diupayakan. Oleh karena itu, beliau bahkan menyewa seorang lelaki musyrik, Abdullah ibnu Uraiqîth, sebagai penunjuk jalan.
Wallahu a`lam.